Sabtu, 6 Juni 2026

Informasi Digital Berbasis Visual

Sabtu, 6 Juni 2026

Diduga Fee Sawit Tak Transparan, Petani Minta Pemerintah Turun Tangan Mediasi Koperasi dan PT

Photo: -

IKJ JAMBI-Keluhan para petani sawit kembali mencuat. Kali ini, sejumlah petani mengaku kecewa terhadap dugaan tidak transparannya pengelolaan fee penjualan buah sawit yang melibatkan koperasi dan perusahaan.

Dalam pesan yang diterima redaksi, salah seorang petani menyebut berbagai fee seperti fee tebas, fee perawatan, fee angkutan buah menggunakan tongkang hingga mobil langsir, selama ini tidak pernah dijelaskan secara terbuka kepada para petani.

“Masalah fee buah tidak pernah terbuka bang. Fee tebas, fee perawatan, fee angkutan buah tongkang, mobil langsir sampai sekarang dak pernah terungkap,” tulis salah satu petani kepada redaksi, Senin (11/5/2026).

Petani tersebut juga menduga keuntungan dari hasil penjualan buah sawit lebih banyak dinikmati pihak tertentu. Mereka menyinggung nama Koperasi Jelutih Makmur dan perusahaan PT PAS dalam persoalan tersebut.

Baca Juga  747 Tahun Adat Melayu Jambi: Gubernur Al Haris Tegaskan Peran LAM sebagai Penjaga Budaya dan Mitra Pemerintah

“Fee penjualan buah sawit itulah indikasi kami mereka di situ kenyang. Nama koperasinya Jelutih Makmur, PT-nya PT PAS,” lanjutnya.

Para petani mengaku sudah tidak percaya apabila mediasi hanya dilakukan antara pihak koperasi dan perusahaan saja. Mereka meminta adanya pendampingan langsung dari pemerintah, khususnya dinas terkait, agar persoalan dapat dibuka secara transparan.

“Mereka kalau mau mediasi PT dan koperasi bae, kami dak pecayo lagi nian bang,” ungkapnya.

Petani meminta Dinas Koperasi serta pemerintah desa turut dilibatkan dalam penyelesaian persoalan tersebut. Mereka berharap pemerintah hadir untuk mendampingi masyarakat dan membuka seluruh dugaan persoalan yang selama ini dinilai tertutup.

“Kami minta dimediasi dinas terkait seperti Dinas Koperasi, dari desa juga diundang. Pengennyo kami harus didampingi pemerintah terkait kasus kami ini,” tulisnya lagi.

Selain persoalan fee, petani juga meminta agar dugaan perawatan lahan yang tidak maksimal turut diusut dan dibahas secara terbuka.

Baca Juga  Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Kepedulian: Pemkot Jambi Perkuat Dukungan untuk ODHA

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Koperasi Jelutih Makmur maupun PT PAS belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para petani tersebut.

Berita Terbaru

Berita Terupdate

Info Kabar Jambi

Informasi Digital Berbasis Visual

social network

tentang ikj