Sabtu, 17 Januari 2026

Informasi Digital Berbasis Visual

Sabtu, 17 Januari 2026

Jawaban Polsek Rimbo Bujang Soal Permintaan Otopsi Dinilai Sarat Intimidasi, Keluarga Korban: Kami Sedang Berduka, Bukan Dikejar-kejar!

Photo: -Creative tim IKJ

INFO KABAR JAMBI- Pada Senin, 14 Juli 2025, Polsek Rimbo Bujang resmi menjawab surat permohonan otopsi tertanggal 12 Juli 2025 yang diajukan oleh ibu kandung korban pembunuhan. Namun, surat balasan Polsek tersebut justru menuai sorotan dan dinilai sarat akan tekanan psikologis terhadap keluarga korban.

Ahmad Fahri, adik kandung korban, mengungkapkan bahwa surat jawaban Polsek Rimbo Bujang yang disampaikan melalui dokumen SPDHP Nomor B/127/VII/RES.1.6/2025/Reskrim terasa seperti intimidasi. Pasalnya, dalam kondisi keluarga masih berduka, ibu korban diminta untuk segera menunjuk rumah sakit, lengkap dengan alamat, serta nama dan gelar dokter forensik dalam waktu 1 x 24 jam. Jika tidak, Polsek menyatakan akan langsung mengirimkan permohonan otopsi ke Rumah Sakit Bhayangkara.

“Ibu saya itu sedang berduka karena anaknya dibunuh, masa harus dituntut buru-buru memberikan jawaban? Bukannya Polisi melayani masyarkat terutama kami korban secara humanis, malah terkesan seperti dikejar-kejar,” ungkap Ahmad Fahri.

Baca Juga  Dukung UMKM dan Pertanian, Koperasi Merah Putih Desa Tangkit Baru Dapat Perhatian H. Bakri

Sebagaimana diketahui sebelumnya, ibu kandung korban telah mengirimkan surat permohonan otopsi ke RS DKT Jambi dan tinggal menunggu dokumen berupa Surat Pengantar/Surat Permohonon ke Rumah Sakit yang ditunjuk oleh Keluarga Korban dari Polsek Rimbo Bujang selaku yg menangani Perkara tersebut, Pihak Keluarga terutama Ibu Korban meyakini adanya kejanggalan dalam kematian anak kandungnya yang diduga dilakukan oleh lebih dari satu pelaku dari total tujuh saksi yang mengantarkan korban ke Polsek Rimbo Bujang pada pukul 04.0p WIB tanggal 19/07/2025 tersebut.

Ahmad Fahri selaku adik Korban juga menambahkan kami keluarga yang membayar seluruh biaya otopsi , tapi kok kami yang ditekanan, “Kami yang bayar, kami yang minta keadilan, malah kena tekanan. Padahal tujuan kami jelas, ingin mengungkap siapa saja pelaku pembunuh abang kami,cobalah humanis” ujarnya geram.

Baca Juga  Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah di Sejinjang, Damkar Kerahkan Delapan Unit Mobil Pemadam

Ia menegaskan agar Polsek Rimbo Bujang menunjukkan sikap yang lebih humanis, terutama kepada masyarakat yang sedang mengalami duka mendalam karena keluarga kehilangan nyawa “Jangan jadi seperti pahlawan kesiangan. Kami butuh keadilan, bukan tekanan dan drama,” tutupnya.

Berita Terbaru

Berita Terupdate

Info Kabar Jambi

Informasi Digital Berbasis Visual

social network

tentang ikj