IKJ JAMBI-Pihak pesantren menyampaikan klarifikasi bahwa benar telah terjadi perkelahian antara dua orang santri pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB di area asrama.
Pada pagi harinya, santri yang menjadi korban melaporkan kejadian tersebut kepada pengawas pesantren. Menindaklanjuti laporan itu, pihak pesantren segera membawa korban ke dokter terdekat untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter umum, korban mengalami muntah yang diduga disebabkan oleh naiknya asam lambung. Dokter menyatakan tidak ditemukan muntah darah ataupun tanda-tanda kondisi darurat. Meski demikian, dokter tetap menyarankan agar dilakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis penyakit dalam apabila diperlukan.
Pihak pesantren juga telah menghubungi keluarga korban serta keluarga santri yang terlibat. Dari komunikasi awal, keluarga korban menyampaikan bahwa permasalahan ini diharapkan dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Saat ini pihak pesantren siap memfasilitasi proses mediasi antara kedua belah pihak agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.
Selain itu, pesantren menegaskan bahwa pengawasan terhadap para santri telah dilakukan secara maksimal. Di lingkungan pesantren telah dipasang CCTV yang aktif selama 24 jam di berbagai titik, serta penugasan 2 hingga 3 orang guru pengawas di setiap kompleks asrama.
Saat ini pihak pesantren juga telah mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat guna memastikan kondisi korban sekaligus melanjutkan proses komunikasi dengan keluarga.
Pihak pesantren juga menyatakan terbuka kepada rekan-rekan media yang ingin melakukan konfirmasi secara langsung, agar informasi yang disampaikan kepada publik dapat lebih utuh, jelas, dan berimbang.