Sabtu, 17 Januari 2026

Informasi Digital Berbasis Visual

Sabtu, 17 Januari 2026

Kompej Sebut Ada Intimidasi TNI Saat Aksi Usut Dugaan Kecurangan BBM Subsidi Armada JA di Jambi

Photo: Elnusa Petrofin Jambi

Kota Jambi – Infokabarjambi.com Koalisi Masyarakat Peduli Jambi (KOMPEJ) menggelar aksi demonstrasi di depan Depot Pertamina Jambi pada Kamis (18/9/2025). Aksi tersebut menuntut Pertamina dan aparat penegak hukum mengusut dugaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yang diduga dilakukan armada pengangkut milik Jefri Abidin (JA).

Dalam aksi, situasi memanas ketika Koordinator Aksi, Amri S.Pd, mengaku mendapat intimidasi dari seorang oknum TNI berpangkat Kapten yang bertugas sebagai BKO pengamanan. Amri menyebut oknum tersebut mengancam akan memanggil pasukan Raider dan mengatakan: “biar dipecahkan kepalamu”. Ia menilai tindakan itu sebagai bentuk pembungkaman suara rakyat.

Kompej menduga intimidasi tersebut tidak lepas dari intervensi pihak internal. Mereka menuding HI, Kepala Elnusa Petrofin Jambi, berada di balik upaya membungkam massa agar dugaan praktik curang tidak terbongkar. “Kami akan kembali dengan massa lebih besar. Kemarin tidak ada perwakilan Elnusa yang mau menemui kami, dan HI justru bungkam,” tegas Amri bersama Koordinator LSM Kompej Batanghari, Herlas.

Baca Juga  Wakil Bupati Muaro Jambi Buka PORSADIN Ke-XIV, Ajang Jaring Bakat Seni dan Olahraga Santri

Amri menambahkan, hasil investigasi media dengan drone menemukan armada milik JA melakukan praktik “kencing” BBM di sebuah gudang di Batanghari. Gudang itu disebut-sebut milik oknum TNI berinisial Romi, yang berdinas di Korem sebagai provos. Sopir mengaku terpaksa melakukan praktik tersebut karena tidak diberi uang jalan, sementara keuntungan diduga tetap masuk ke pemilik armada.

Selain itu, Kompej mengungkap kelemahan pengawasan Pertamina. Armada JA disebut tidak dilengkapi GPS dan kamera sehingga tidak termonitor secara resmi oleh Pertamina. Hal ini, menurut Kompej, membuka celah kecurangan dan merugikan negara serta masyarakat.

Kompej mendesak Presiden RI dan Menteri BUMN untuk turun tangan dengan memanggil Kepala Depot Pertamina Jambi serta memeriksa pemilik armada JA.

Meski aksi sempat diwarnai adu mulut dengan aparat yang membatasi ruang gerak massa, demonstrasi akhirnya bubar dengan tertib. Namun, para pendemo gagal bertemu langsung dengan manajer Depot Pertamina Jambi.

Baca Juga  Remaja Simpang Tiga Rawang Inisial ZK Ditusuk Kunci Motor, Jalani Operasi di Padang — Keluarga Desak Polisi Tangkap Pelaku

Berita Terbaru

Berita Terupdate

Info Kabar Jambi

Informasi Digital Berbasis Visual

social network

tentang ikj