Sungai Penuh – Infokabarjambi.com 18 Oktober 2025 Seorang remaja berinisial ZK, warga Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh, menjadi korban pengeroyokan brutal di kawasan kebun stroberi arah Puncak Sungai Penuh, pada Rabu (15/10/2025). Dalam insiden sadis tersebut, korban mengalami luka parah di kepala akibat ditusuk dengan kunci motor oleh para pelaku.
Akibat luka serius itu, ZK harus menjalani operasi besar di RS M. Djamil Padang demi menyelamatkan nyawanya. Kondisi korban saat ini masih sangat memprihatinkan, dengan luka dalam di bagian kepala dan trauma berat.
Pihak keluarga korban mengaku sangat terpukul atas kejadian ini dan meminta Polres Kerinci segera menangkap serta memproses hukum para pelaku pengeroyokan.
> “Anak kami sudah dioperasi di RS M. Djamil Padang. Kami sekeluarga sangat terpukul melihat kondisinya. Luka akibat ditusuk kunci motor itu sangat serius,” ujar salah satu anggota keluarga dengan nada sedih.
Selain menanggung penderitaan fisik dan psikis korban, keluarga juga menghadapi beban biaya pengobatan yang mencapai sekitar Rp40 juta. Mereka mengaku kesulitan memenuhi biaya tersebut karena keterbatasan ekonomi.
> “Kami ini orang tidak mampu. Biaya Rp40 juta itu sangat berat bagi kami. Kami berharap pelaku tidak hanya ditangkap, tapi juga bertanggung jawab atas biaya yang kami keluarkan,” tambahnya.
Kasus ini menimbulkan gelombang keprihatinan dan kemarahan publik di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci. Warga mendesak pihak kepolisian bertindak cepat mengungkap kasus kekerasan yang menggunakan benda berbahaya tersebut.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kerinci, AKP Very Prasetyawan, saat dikonfirmasi pada Sabtu (18/10/2025), membenarkan adanya laporan tersebut dan memastikan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam.
> “Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan kami tengah memeriksa sejumlah saksi,” ujar AKP Very.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pelaku yang diamankan, sementara kondisi ZK masih dalam perawatan intensif di RS M. Djamil Padang. Keluarga dan masyarakat kini menunggu tindakan tegas kepolisian untuk menegakkan keadilan atas peristiwa keji ini.