Selasa, 21 April 2026

Informasi Digital Berbasis Visual

Selasa, 21 April 2026

Santri 15 Tahun di Ponpes Al Inayah Tebo Dikeroyok Senior Dini Hari, Korban Dirawat di RS

Photo: Photo

TEBO – INFOKABARJAMBI.COM Kasus kekerasan kembali terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Al Inayah, Desa Perintis Jaya, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo. Seorang santri berusia 15 tahun diduga menjadi korban pengeroyokan oleh tiga kakak kelasnya pada Rabu (4/3/2026) dini hari.

Korban berinisial MRF (15), santri kelas II di pesantren tersebut, mengalami penganiayaan sekitar pukul 02.00 WIB di area lingkungan pondok pesantren.
Menurut keterangan korban kepada keluarga, ia dikeroyok oleh tiga santri kelas III yang merupakan kakak seniornya. Pengeroyokan diduga dipicu persoalan kepemilikan handphone, yang sebenarnya merupakan barang terlarang bagi santri di lingkungan pesantren.
Dalam kondisi terbaring di ruang perawatan Rumah Sakit Jabal Rahmah, MRF mengaku menerima hantaman dan tendangan di bagian tubuh atas. Saat terjatuh, ia juga mengaku diinjak di bagian perut oleh para pelaku.

Baca Juga  AKSI JILID 2 LSM J DI DEPAN KANTOR WALIKOTA JAMBI: DEMO ATAU PELAMPIASAN PRIBADI?

Pihak keluarga menyebutkan, kejadian tersebut baru diberitahukan pihak pesantren kepada orang tua korban sekitar pukul 14.00 WIB, atau beberapa jam setelah peristiwa terjadi.
Ketika dijemput untuk dibawa pulang, kondisi korban terlihat berjalan membungkuk menahan sakit. Sesampainya di rumah, korban mengalami muntah-muntah, sehingga keluarga memutuskan membawanya ke RS Jabal Rahmah untuk mendapatkan penanganan medis.

Saat ini MRF dirawat di lantai 2 Ruang Zamzam 12 rumah sakit tersebut. Menurut keluarga, korban masih merasakan nyeri di bagian tubuh, sesak napas, sering batuk, dan belum mampu mengonsumsi makanan berat sehingga harus menjalani perawatan dengan infus.

Paman korban, Soni (45), menyesalkan terjadinya kekerasan di lingkungan pesantren.
“Sangat disayangkan kekerasan terjadi di ponpes. Ini bukan pertama kali. Apakah tidak ada pengawasan terhadap anak-anak yang dititipkan orang tua untuk belajar di sini?” ujarnya dengan nada geram.

Baca Juga  Diduga Beralih Jadi Gudang, Aktivitas Bongkar Muat di Toko Williyanto Picu Kemacetan di Paal Merah

Hal senada juga disampaikan A. Nami, kakek korban yang merupakan mantan anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ia menilai pihak pesantren harus melakukan evaluasi terhadap pengawasan santri.

Menurutnya, warga sekitar juga kerap melihat santri Al Inayah berkeliaran pada malam hari di sekitar Unit 1 di luar lingkungan pesantren.
“Sepertinya pihak ponpes sudah kewalahan mengawasi santri. Peristiwa kekerasan seperti ini terus berulang,” katanya saat menjenguk cucunya di rumah sakit.
Hingga Kamis malam (5/3/2026), pihak keluarga menyatakan belum ada perwakilan dari Ponpes Al Inayah yang datang menjenguk korban di rumah sakit.

Keluarga berharap pihak pesantren bertanggung jawab atas kejadian tersebut serta meningkatkan pengawasan terhadap para santri agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Berita Terbaru

Berita Terupdate

Info Kabar Jambi

Informasi Digital Berbasis Visual

social network

tentang ikj