Jumat, 17 April 2026

Informasi Digital Berbasis Visual

Jumat, 17 April 2026

Baru Selesai Dikerjakan, Jalan Rigid Beton di Talang Duku Muaro Jambi Sudah Retak: Diduga Ada Permainan Mutu!

Photo: Photo

MUARO JAMBI – INFOKABARJAMBI.COM Skandal kualitas infrastruktur kembali mencoreng wajah pembangunan di Kabupaten Muaro Jambi. Proyek jalan rigid beton di Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, yang baru saja rampung kurang dari tiga bulan, kini kondisinya memprihatinkan. Permukaan jalan yang seharusnya kokoh justru dipenuhi retakan rambut hingga retak struktur, serta material beton yang terlihat keropos dan mudah terkelupas.

Fakta di lapangan menunjukkan kegagalan fatal dalam spesifikasi teknis. Beton yang dicor tidak mencapai kepadatan standar dan diduga kuat menggunakan campuran semen di bawah takaran. Padahal, ruas jalan ini merupakan akses vital penghubung antar-provinsi dan lintasan berat dari arah pelabuhan. Kerusakan dini ini menjadi bukti nyata adanya penyimpangan mutu, jauh dari standar minimal K-225 atau K-250 yang disyaratkan dalam konstruksi jalan berat.

Lokasi kejadian berada di Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi. Pantauan dilakukan pada Senin (15/4/2026), tepat saat usia proyek belum genap satu semester. Ironisnya, papan informasi proyek yang terpampang masih menunjukkan status “baru selesai”, namun realitas di lapangan sudah menunjukkan tanda-tanda kehancuran total.

Baca Juga  Santri 15 Tahun di Ponpes Al Inayah Tebo Dikeroyok Senior Dini Hari, Korban Dirawat di RS

Kemarahan warga setempat memuncak. Seorang warga berinisial A, mewakili suara rakyat yang merasa dirugikan, menyatakan kekecewaannya secara terbuka. “Ini baru selesai, nggak sampai 3 bulan, tapi sudah retak-retak. Betonnya kayak kurang campuran semennya, mudah terkelupas,” ujarnya tajam. Di sisi lain, kontraktor pelaksana dan Kepala Desa Talang Duku hingga berita ini diturunkan masih bungkam dan sulit dikonfirmasi terkait tuduhan serius ini.

Indikasi awal mengarah pada dua pelanggaran prosedur utama: pertama, ketebalan plat beton yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera di papan proyek; kedua, proses pemadatan tanah dasar (sub-grade) yang dilakukan secara minim atau asal-asalan. Pengamat konstruksi menegaskan bahwa retak pada usia muda adalah “vonis mati” bagi kualitas material dan proses pengecoran yang tidak sesuai standar teknis (SNI).

Jika dibiarkan, jalan senilai miliaran rupiah ini diprediksi akan hancur total dalam waktu singkat, membuang uang negara dan menyiksa pengguna jalan. Beban kendaraan berat dari pelabuhan dan lalu lintas antar-provinsi akan semakin mempercepat keruntuhan struktur jalan yang rapuh ini. Warga mendesak Dinas PUPR Kabupaten Muaro Jambi untuk segera turun tangan, melakukan audit forensik terhadap kualitas beton, dan menindak tegas pihak-pihak yang bermain curang dalam proyek strategis ini.

Baca Juga  Plang Proyek PSU RT 25  Hilang,Warga Pertanyakan Oknum RT Bungkam

Publik kini menunggu langkah tegas pemerintah daerah. Jangan sampai jalan yang dibangun dengan anggaran negara hanya menjadi monumen kegagalan yang merugikan rakyat banyak.

 

Berita Terbaru

Berita Terupdate

Info Kabar Jambi

Informasi Digital Berbasis Visual

social network

tentang ikj