Muaro Jambi – Kelalaian serius diduga dilakukan PT Musi Mas setelah sebuah truk tangki pengangkut Crude Palm Oil (CPO) milik perusahaan tersebut diparkir sembarangan di badan jalan hingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Insiden itu terjadi di Jalan Industri, Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, pada Selasa malam, 23 Desember 2025, sekitar pukul 21.10 WIB.
Peristiwa kecelakaan terjadi saat seorang warga Desa Talang Duku menabrak bagian belakang truk tangki CPO yang terparkir tanpa rambu peringatan, tanpa pengamanan, dan tanpa pengaturan lalu lintas. Kondisi jalan yang gelap serta posisi truk yang memakan badan jalan diduga kuat menjadi penyebab utama kecelakaan tersebut.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka lecet dan luka robek cukup serius hingga harus menjalani tujuh jahitan dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung korban masih selamat, meski warga menilai insiden ini bisa berujung fatal jika terus dibiarkan.
“Alhamdulillah korban selamat. Tapi ini peringatan keras. Kalau truk-truk PT Musi Mas terus parkir sembarangan, tinggal menunggu waktu sampai ada korban jiwa,” ujar salah seorang warga Talang Duku dengan nada geram.
Warga menuding PT Musi Mas lalai dan abai terhadap keselamatan publik. Sebagai perusahaan berskala nasional, PT Musi Mas dinilai tidak mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan lalu lintas serta gagal menyediakan fasilitas parkir resmi bagi armada truk tangki CPO miliknya. Akibatnya, puluhan truk kerap diparkir di sepanjang jalan umum yang seharusnya digunakan masyarakat.
Menurut warga, praktik parkir liar tersebut bukan hal baru dan telah lama dikeluhkan. Namun hingga kini, tidak ada tindakan nyata dari pihak perusahaan. Jalan umum berubah fungsi menjadi area parkir truk, memicu kemacetan, meningkatkan risiko kecelakaan, dan membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
“Kami sudah sering mengeluh. Sekarang sudah ada korban. Kalau PT Musi Mas masih tutup mata, kami siap turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa,” tegas Maulana, warga setempat.
Ia menegaskan, kejadian ini bukan yang pertama, dan dikhawatirkan akan terus berulang jika tidak ada penertiban tegas dari pihak perusahaan maupun aparat terkait.
Hingga berita ini diterbitkan, PT Musi Mas belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi terkait kecelakaan tersebut maupun tuntutan warga. Sikap bungkam perusahaan semakin menguatkan dugaan ketidakseriusan PT Musi Mas dalam menjamin keselamatan masyarakat di sekitar area operasionalnya.