Tanjabtim – Infokabarjambi.com Insiden tragis terjadi di ruas jalan dalam wilayah konsesi PT Wira Karya Sakti (WKS). Seorang pemuda bernama Daffa Afrizal meninggal dunia setelah tertimpa pohon akasia yang tumbang saat melintas di jalan tersebut, Jumat pagi (2/1/2026) sekitar pukul 06.30 WIB, di Distrik VII.
Korban, Daffa Afrizal (laki-laki), warga RT 02/RW 01 Desa Nibung Putih, Kecamatan Muara Sabak Barat, tengah mengendarai sepeda motor ketika sebuah pohon akasia berukuran besar yang berada di pinggir jalan tiba-tiba roboh dan langsung menimpa tubuhnya,Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah dan tergeletak di badan jalan dalam kondisi mengenaskan, bersimbah darah. Warga dan pengguna jalan yang berada di lokasi sempat berusaha memberikan pertolongan, namun korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Berdasarkan informasi warga, pohon akasia tersebut sudah lama dinilai rawan tumbang dan membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan dan angin kencang. Namun hingga peristiwa maut ini terjadi, tidak terlihat adanya upaya penebangan, pemangkasan, maupun pengamanan dari pihak perusahaan selaku pemegang konsesi.
“Korban sedang melintas, tiba-tiba pohon tumbang dan langsung menimpa,” ungkap seorang warga dalam pesan singkat yang beredar di masyarakat.
Sejumlah foto di lokasi kejadian memperlihatkan sepeda motor korban terhenti di pinggir jalan, sementara jasad korban tergeletak di atas aspal yang basah usai diguyur hujan. Kerumunan warga tampak memadati lokasi kejadian.
Peristiwa ini memicu kemarahan publik dan menimbulkan desakan keras agar PT WKS bertanggung jawab atas dugaan kelalaian dalam menjaga keselamatan di area konsesinya. Keberadaan pohon-pohon akasia di tepi jalan dinilai sebagai ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat,,Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT WKS maupun aparat berwenang terkait insiden tersebut. Warga mendesak adanya investigasi menyeluruh serta penertiban dan penebangan pohon-pohon yang berpotensi membahayakan, agar kejadian serupa tidak kembali merenggut korban jiwa.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa kelalaian dalam pengelolaan lingkungan dan keselamatan jalan bukan sekadar persoalan administratif, melainkan dapat berujung pada hilangnya nyawa manusia.