Jambi – Infokabarjambi.com Gunawan, paman ZK, korban pengeroyokan brutal di Kebun Stroberi, arah puncak Sungai Penuh, mempertanyakan kinerja Kapolres Kerinci karena tak mampu menangkap para pelaku Penganiayaan yang menyebabkan keponakannya terluka parah.
“Saya menilai kinerja Kapolres Kerinci dan jajaran lemah, ini karena mereka tak mampu menangkap para pelaku Penganiayaan yang menyebabkan keponakan saya terluka parah,” kata Gunawan kepada Brisik.co, di Jambi, Minggu (9/11/2025).
Diketahui ZK diduga dikeroyok sejumlah orang pada 15 Oktober 2025, usai kejadian, masih kata Gunawan, pada hari yang pihak keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke Mapolres Kerinci. Selanjutnya, pihak langsung membawa ZK untuk berobat ke Kota Padang, mengingat luka yang dialami cukup parah.

Selama masa pengobatan terhadap ZK di provinsi tetangga, yakni Sumatera Barat, keluarga korban yang berharap adanya informasi dari pihak Polres Kerinci bahwa para pelaku telah ditangkap. Tapi nyatanya, pihak keluarga ZK, justru menerima kelewatan karena Polres Kerinci tak mampu menangkap pelaku pengeroyokan.
“Bukannya mendapat kabar baik terkait penangkapan pelaku, kami malah menerima kabar bahwa Polres Kerinci hanya menetapkan pelaku penganiayaan keponakan saya sebagai Daftar Pencairan Orang (DPO) pada 6 November 2025,” kata Gunawan.
Gunawan berharap, penetapan DPO terhadap terduga pelaku penganiayaan ZK bukan sebuah upaya lepas tanggungjawab oleh pihak Polres Kerinci. “Kami berharap penetapan DPO bukan akal-akalan karena pihak Polres Kerinci enggan menegakkan hukum dalam masalah ini. Kami minta penyidik terus mencari terduga pelaku agar kasus ini bisa dituntaskan secara aturan hukum berlaku secepatnya,” tegas Gunawan.
Diketahui akibat penganiayaan ZK mengalami luka cukup berat akibat kunci motor menusuk kepalanya. Untuk melepaskan tikaman kunci motor pada bagian kepalanya, ZK harus di operasi besar di RS M Jamil Padang dengan biaya perawatan yang ditanggung pihak keluarga sebesar Rp 80 Juta
Brisik.co, masih berupaya mengkonfirmasi pihak Polres Kerinci untuk mengkonfirmasi kekecewaan keluarga korban ini. (Ary)